Penting vs Mendesak, mana yang jadi Fokus Anda ?

Published on December, 22nd 2014
Written by Jack Alenzo

“Bahkan tanpa tujuan pun, waktu akan tetap berlalu” – tanpa nama

 

Berapa jam anda bekerja setiap hari ?  Dalam berbagai sesi pelatihan yang saya pandu jawaban bisa bermacam-macam ?  Ada yang menjawab standar 8 jam, ada pula yang menjawab 9 jam, bahkan tidak jarang yang menjawab 10 jam setiap hari minimal, katanya.  Saya makin mencecar jawaban-jawaban tersebut, apakah 8, 9 atau 10 jam itu adalah memang adalah jumlah waktu yang benar-benar anda gunakan untuk bekerja, duduk di belakang komputer, atau mengoperasikan suatu mesin tertentu tergantung posisi dan tugas anda.  Coba anda pikirkan kembali berapa waktu yang benar-benar anda pergunakan untuk “bekerja” yang sebenarnya.  

 

Umumnya kemudian mereka menjawab “kalau yang dimaksud seperti itu memang ya ngga sampai seperti jumlah waktu yang saya sebutkan tadi pak !”, kata mereka.  Belum lagi kenyataan ini bisa juga ditambah dengan waktu yang dipergunakan untuk membuka email-email yang tidak perlu atau milling list yang kita ikuti dan tidak ada relevansinya dengan pekerjaan kita.  Di jam kantor dengan mempergunakan fasilitas kantor.

 

Jadi jumlah waktu kerja yang menurut kita semula adalah sekian jam namun ternyata jauh di bawah waktu tersebut.  Kenyataan ini kemudian dapat diperparah lagi dengan apa yang kita sebut dengan bekerja tadi, apakah hanya yang sifatnya rutin, atau yang sifatnya mendesak.  Jadi berapa banyak sebenarnya dari waktu waktu kerja produktip kita yang kita gunakan untuk melakukan hal yang penting dalam rangka mencapai goal terpenting organisasi kita ?  Apakah 8, 9 atau 12 jam sekalipun akan berlalu begitu saja bahkan sekalipun kita atau tim kita tidak mempunyai Target kerja sekalipun.

Masalah kerap kali muncul dari konflik 2 (dua) kekuatan yang ada:

  • Pertama, dibutuhkan energi yang hebat untuk mengelola dan menjaga perputaran bisnis (sering disebut juga sebagai "Whirlwind" of the day to day atau Pusaran angin atas pekerjaan sehari hari).
  • Kedua, dibutuhkan energi untuk mengarahkan goal demi mencapai perbaikan dalam kinerja.

Kita mungkin berfikir keduanya berbicara tentang hal yang sama, namun tidak demikian adanya. Pusaran angin ini adalah rutinitas pekerjaan yang kita lakukan setiap hari yang hanya untuk menjalankan segala sesuatu. Ini tentang membuat prioritas mana yang penting dan mana yang harus segera anda tindaklanjuti.