Free Inhouse Mini Workshop ½ hari

Published on August, 22nd 2016
Written by Admin

Eksekusi tanpa Tapi : Menciptakan disiplin menyelesaikan pekerjaan dalam organisasi.


Sebagai perkenalan lembaga kami sekaligus bentuk CSR dari Human Capital International dengan dukungan dari FKPT, bersama ini kami sampaikan  penawaran khusus mini workshop “Membangun Budaya Organisasi yang Unggul : proses dan strategi internalisasi serta implementasinya.
Kami akan berbagai pengetahuan dan berdiksusi selama kegiatan sekaligus menceritakan pengalaman kami mendampingi berbagai instutusi meningkatkan efektivitas eksekusi mereka mereka, a.l.: DuPont, Total E&P Indonesie, Kwipie Indonesia, Enkai Indonesia, Yamaha Music, Setjen Kementrian Keuangan, Kemenhub,  dll…
 
Inti sari dari Disiplin eksekusi adalah kenyataan bahwa Strategi dan rencana sering gagal sebab tidak di eksekusi dengan baik, apakah karena organisasi yang tidak mampu menjadikannya itu terjadi atau para pemimpin yang keliru melihat atau menganalisa tantangan-tantangan yang dihadapi perusahaan atau bisa jadi keduanya.

Tidak banyak pemimpin yang memahami bahwa proses perencanaan strategi menuntut perhatian sepenuhnya pada bagaimana strategi tersebut di eksekusi (dilaksanakan).  Suatu rencana strategi harus menjadi suatu rencana tindakan yang bisa diandalkan para pemimpin dalam mencapai tujuan perusahaan.

Suatu proses strategi dapat dikatakan baik, apabila dapat mengajarkan tim tentang eksekusi (pelaksanaan).  Tim akan dapat belajar bagaimana cara menganalisa, mengasumsi serta belajar dari kesalahan dan menciptakan semangat dan keselarasan dalam mencapai tujuan.

“Disiplin atau tidak disiplin bukanlah masalah genetika atau turunan.  Itu hanya masalah kebiasaan.  Dan kebiasaan itu bisa dirubah, walaupun tidak semudah membalik telapak tangan.” – Rhenald Kasali

Terlepas dari strategi dan bagaimana cara eksekusi strategi tersebut, dalam kenyataannya tidak semua orang mengetahui apa itu eksekusi.  Ram Charan menyatakan bahwa Eksekusi adalah disiplin dalam menyelesaikan hal-hal yang sangat penting.  Ram Charan juga menyatakan bahwa untuk memahami eksekusi, kita harus mengingat 3 hal pokok:

  1. Eksekusi adalah suatu disiplin terpadu dengan strategi.
  2. Eksekusi adalah tugas utama pemimpin bisnis.
  3. Eksekusi harus menjadi unsur inti dari budaya organisasi.

Secara mendasar eksekusi adalah suatu proses sistematis untuk menjabarkan target serta strategi kedalam realita dan juga tindakan nyata, karena banyak perusahaan yang tidak mampu menghadapi kenyataan yang ada secara baik.

Para pemimpin yang berpengalaman telah mengetahui bahwa semua kreativitas perencanaan strategis yang matang dan berbobot akan menjadi sia-sia jika tidak diterjemahkan ke dalam rencana eksekusi. Eksekusi di lapangan akan menguji seberapa gigih dan kuatnya mental kita, ketelitian dan kecermatan, focus, dan kemampuan untuk mengolah ide-ide rumit menjadi sederhana, selanjutnya kemampuan mengkomunikasikan ide-ide tersebut dengan jelas serta kemampuan untuk terus menerus menghasilkan ide atau jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi. Inilah kualitas dan kreativitas yang sesungguhnya.

Perusahaan yang tidak melaksanakan eksekusi dengan baik cenderung menutupi fakta-fakta yang ada.  Sebaliknya, perusahaan yang mampu melaksanakan eksekusi dengan baik justru mampu menghadapi realita atau kenyataan yang menjadikan segala sesuatunya berbeda.

Sebagai suatu disiplin yang terpadu dengan strategi, maka dalam proses eksekusi terjadi proses sistematis.

  1. Pertama, organisasi menentukan apa yang menjadi prioritas atau Wildly Important Goal (WIG) / KPI mereka.
  2. Kedua, mereka akan disiplin bertindak pada lead measures (key activity dan lavarage behavior)  di mana setiap orang dalam tim memiliki pemahaman yang jelas serta memiliki komitmen terhadap aktivitas yang akan memberikan dampak terbesar terhadap pencapaian WIG.
  3. Ketiga, menggunakan scoreboard yang dapat mengukur kemajuan pencapaian kinerja mereka.
  4. Kemudian keempat, memastikan terciptanya sebuah irama akuntabilitas dimana setiap orang dalam tim melaporkan secara berkala mengenai apa yang mereka janjikan untuk menghantarkan organisasi mengeksekusi strategi.

 
Ketika keempat disiplin di atas diimplementasikan, kesempatan untuk mencapai sukses akan meningkat.  Apabila salah satu saja disiplin tidak kita lakukan, maka akan sangat mengurangi tingkat keberhasilan eksekusi strategi.

Proses dalam disiplin eksekusi membuat kita menerjemahkan rencana strategis perusahaan menjadi jalan keluar yang sederhana dan bagaimana segala sesuatu bisa terjadi.   Segala yang penting mengenai eksekusi perlu diperjelas: Siapa yang akan melaksanakan tugasnya, bagaimana urutan pengerjaannya, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas tertentu, berapa biaya yang dianggarkan, dan bagaimana mereka yakin atas aktivitas-aktivitas yang kita lakukan akan membawa kesuksessan.

Materi terbagi kedalam 2 hal pokok :

  1. Pertama, Mengenali 8 hambatan dalam pencapaian tujuan organisasi:
  2. Kedua, Meningkatkan Kapabilitas Eksekusi Team (organisasi) dengan 5 disipin eksekusi
    1. Fokus Kepada Tujuan Strategis dan Terpenting
    2. Bertindak Sesuai dengan Aktivitas Kunci
    3. Memonitor Score pencapaian
    4. Membangun Akuntabilitas / tanggung jawab dan komitmen Team Kerja
    5. Aligment dan teamwork sebagai kekuatan utama

 
 
Jika anda tertarik, dapat membalas email / wa kami dengan menyampaikan 2 tanggal alternative kegiatan untuk disesuaikan bersama kami.  Waktu penyelanggaran sangat kami sarankan adalah hari Senin, Jum’at atau Sabtu… Kemudian syarat lainya yang hadir dalam mini workshop tersebut level BOD dan Manager.
Alamat email; hciconsultant@yahoo.co.id

 
Kegiatan dilakukan di tempat klien, dengan durasi sekitar 4 jam.  Klien hanya memberikan uang transport dan saku kepada fasilitator dan asistenya sesuai dengan kebijakan dan kesepakatan bersama.
Maximal peserta 20 orang (level managerial up) dengan fasilitas ruang belajar yang memadai.

 

Terlampir outline materinya dan kebetulan untuk topic Membangun Budaya Organisasi yang Unggul ini saya sendiri yang akan mendelivernya
 
 
Demikian dan terima kasih atas perhatinya....
 
Human Capital International,
Jack Alenzo