Free Inhouse Budaya Organisasi

Published on August, 22nd 2016
Written by Admin

Perihal Free Inhouse dari Human Capital International

Membangun Budaya Organisasi Unggul: Proses dan strategi sosialsasinya


Rekan-rekan yth,

Sebagai perkenalan lembaga kami dari Human Capital International , bersama ini kami sampaikan  penawaran khusus mini workshop “Membangun Budaya Organisasi yang Unggul : proses dan strategi internalisasi serta implementasinya.
Kami akan berbagai pengetahuan dan berdiksusi selama kegiatan sekaligus menceritakan pengalaman kami mendampingi berbagai instutusi membangun budaya organisasi mereka, a.l.: Garuda Indonesia, Auto 2000, Pertamina, BRI, Bank Mandiri, BRI Syariah, Kemenkeu, Astra Otopart, Campina Ice Cream, Pertamina Hulu Energi, DuPont, dll…


Kenapa penting kita melihat kembali budaya organisasi kita, dan meniai ulang kesesuainya dengan tantangan dan kebutuhan perusahaan saat ini dan memenangkan persaingan kedepan ?

Setiap Organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang menjadi alasan keberadaanya.  Tujuan dan alasan tesebut dapat bermacam-macam, mulai dari tujuan yang sederhana sampai dengan yang bersifat kompleks.  Baik dilingkungan bisnis maupun disektor pemerintahan, termasuk pula di organisasi badan usaha milik negara / daerah.
Dalam konteks organisasi, impian tersebut tertuang dalam pernyataan Visi dan Misi yang menjadi tujuan, cita-cita, alasan keberadaan dan penentu arah.
Dalam ragka memberikan kepastian akan pencapaian tujuan tersebut, secara universal perusahaan memerlukan daya dukung dalam bentuk 4 (empat) pilar utama, yaitu sumber daya manusia yang bermutu yang tertampil dalam perilaku yang unggul, strategi yang tepat, sistim yang sesuai, serta logistik yang memadai.  Dari ke 4 pilar tersebut, faktor sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menciptakan dan merealisasikan peluang bisnis (assest make possibility, people make it happen).  Dalam konteks pemberdayaan sumber daya manusia agar menghasilkan karyawan yang profesional dengan produktifitas tinggi, diperlukan acuan baku yang diberlakukan oleh perusahaan.  Acuan baku tersebut adalah budaya organisasi yang secara sistimmatis menuntun para karaywan untuk meningkatkan komitmen kerjanya bagi perusahaan.
Dengan membakukan budaya organiasi, sebagai acuan bagi ketentuan atau peraturan yang berlaku, maka pimpinan dan karyawan secara tidak langusng akan terikat sehingga membentuk sikap dan perilaku sesuai dengan visi, misi serta strategi perusahaan.
Budaya perusahaan dibangun melalui nilai-nilai positif yang kuat, yang mengakar dalam suatu komunitas, baik bangsa, masyarakat dan juga perusahaan.  Values atau tata nilai adalah kumpulan nilai yang diturunkan dari sesuatu yang dipercayai (ending belief) dan memberikan kekuatan bila dijalankan.  Tata nilai dapat difokuskan pada suatu hasil akhir di masa depan (future end) dan / atau tata cara (proses, mean) untuk mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu.
Sebenarnya, budaya organisasi sudah ada disetiap organisasi dan perusahaan, disadari atau tidak.  Pola hubungan, kebiasaan, sistim dan prosedur adalah aspek-aspek dari budaya, termasuk gedung dan aspek-aspek yang tangible.  Hanya saja perlu disadari bahwa sesuatu yang terbentuk apa adanya, kurang atau tidak direncanakan masih perlu dipertanyakan kesuaianya dengan kebutuhan dan tantangan perusahaan kedepan.  Sepanjang sejarah, nilai-nilai baik dan nilai-nilai buruk sealu hidup berdampingan.   Bahkan sesuatu yang sudah baik dan digunakan selama bertahun-tahun dapat mengalami kebusukan, seperti apel-apel baik yang berada dalam keranjang berubah menjadi busuk hanya karena ada satu apel saja yang busuk.


Kesibukan kita mengurus hal-hal besar di luar kendali iternal dapat membuat kita abai membentuk budaya korporat.  Masalahnya, banyak corporate values yang dibuat perusahaan melanggar sejumlah prinsip:
Pertama, nilai-nilai itu tidak mencerminkan apa yang dipercayai para pemimpin atau pendahulu untuk mencapai keberhasilan.  Nilai-nilai yang ditulis dan dijadikan corporate values hanya berasal dari tim perumus yang hanya sekedar diadakan, bukan benar-benar diyakini dan telah dijalankan sebelum ditanamkan kepada orang lain.
Kedua, nilai-nilai itu hanya dirangkai agar mudah diingat dalam bentuk singkatan.  Singkatan tersebut barangkali memang diperlukan juga untuk mempermudah proses sosialisasi, tapi tidaklah cukup, perlu dinggat manusia yang menghafal hanya mengulangi, sekedar inggat, tetapi tidak dipikirkan, hafalan hanya akan menjadi pengetahuan, bukan tindakan.
Ketiga, nilai-nilai itu terlalu dipaksakan, hanya berasal dari atas struktur organisasi ke bawah dan tidak diikat ke dalam sebuah sistim yang mewarnai pengambilan keputusan di semua lini.  Ketidakkonsistenan antara values dengan implementasi membuat tata nilai kehilangan daya arti.
Keempat, budaya itu sekedar dijadikan hiasan, diletakkan atau dalam web site perusahaan namun tidak diinteraksikan sehingga hanya menjadi kalimat milik sekelompok orang saja.   Kalimat-kalimat seperti ini hanya sekedar diadakan untuk menunjukkan “kamu mengerti” dan “kami ada”.  Padahal sesungguhnya mereka tidak mengerti apa-apa.
Kelima, nilai-nilai itu tidak dijadikan budaya.  Nilai-nilai memang bukanlah budaya.  Namun ia merupakan unsur utama pembentuk budaya yang penting.   Tanpa elemen-elemen pendukung, values hanya akan menjadi pengetahuan umum semata.  Untuk menjadi budaya, diperlukan pemimpin dan sistim yang senantiasa menyampaikan makna values, alat-alat, ritual, bahasa dan sistim penegak nilai yang diterima oleh semua pihak.  


Jika anda tertarik, dapat membalas email / wa kami dengan menyampaikan 2 tanggal alternative kegiatan untuk disesuaikan bersama kami.  Waktu penyelanggaran sangat kami sarankan adalah hari Senin, Jum’at atau Sabtu… Kemudian syarat lainya yang hadir dalam mini workshop tersebut level BOD dan Manager.
Alamat email; hciconsultant@yahoo.co.id


Kegiatan dilakukan di tempat klien, dengan durasi sekitar 4 jam.  Klien hanya memberikan uang transport dan saku kepada fasilitator dan asistenya sesuai dengan kebijakan dan kesepakatan bersama.
Maximal peserta 20 orang (level managerial up) dengan fasilitas ruang belajar yang memadai.

 

Terlampir outline materinya dan kebetulan untuk topic Membangun Budaya Organisasi yang Unggul ini saya sendiri yang akan mendelivernya.
Penawaran ini berlaku selama bulan Juli, Agustus dan September 2016


Demikian dan terima kasih atas perhatiannya.

Human Capital International,
Jack Alenzo