Darimana Hasil Diperoleh? (S x E) x Kepercayaan = H

Published on November, 12th 2014
Written by Jack Alenzo

Yang kelihatan sebenarnya tidak ada, yang tidak kelihatan sangat terasa keberadaanya – A. Enstein

Anda hanya dapat mengetahui arti kepercayaan yang sesungguhnya, saat Anda merasakannya. Kepercayaan terjadi ketika pemimpin bersikap transparan, terus terang, dan memegang ucapannya. Sesederhana itu.”  Jack Welch

Dalam acara kick-off suatu program perusahaan, tampak hadir puluhan orang yang mewakili seluruh jajaran perusahaan, dari level Senior Manajemen (BOD), Manager, Supervisor maupun Staff. Acaranya berlangsung dengan lancar dan tertib. Sampai suatu ketika salah seorang yang hadir, seorang Manager, menginterupsi, menggugat dengan sinis mengapa sih harus melakukan program itu, menanyakan apa sih manfaat program yang baru saja di launch tersebut.

Dengan nada agak tinggi, Manager tersebut mengungkapkan kekesalannya bahwa perusahaan telah melakukan banyak sekali program dan inisiatif, mengeluarkan biaya besar untuk konsultan. Hasilnya? Tidak jelas. Mereka tidak merasakan manfaat dari program/inisiatif yang telah dilakukan perusahaan selama ini. Yang mereka rasakan hanya tambahan beban pekerjaan.                            

Apa yang diungkapkan oleh Manager tersebut merupakan salah satu bentuk kurangnya kepercayaan (Trust) karyawan kepada Manajemen. Kurangnya kepercayaan merupakan akumulasi kekecewaan, persepsi berdasarkan pengalaman atas program/inisiatif terdahulu. Mereka mencurigai adanya agenda tersembunyi, ada udang di balik batu, ada kepentingan-kepentingan tertentu yang dibungkus dengan program perusahaan yang kelihatannya menarik.

Kepercayaan sangat terkait dengan efektivitas.  Dalam hidup ini banyak hal-hal baik yang sangat penting maupun yang kelihatan remeh temeh kita lakukan hanya karena kita percaya saja.  Dirumah, disekolah, di kantor, dalam pergaulan, sampai dengan kegiatan-kegiatan ibadah kita lakukan dengan percaya saja.  Di jalan misalnya, ketika kita sedang menuju ke kantor tiba-tiba ada lampu lalu lintas menunjukkan warna merah menyala kita harus menghentikan laju kendaraan kita seberapun terburu-burunya kita.  Di peasawat udara yang kita tumpangi, kita kan percaya saja kepada pesawat bahwa dirawat dengan baik, percaya saja kepada sang pilot yang akan membawa kita ke bandar udara ke kota tujuan kita dan bukan ke kota yang lain, percaya saja bahwa sang pilot kompeten menerbangkan pesawat, dan berbagai hal yang kita dasarkan hanya dengan percaya saja.   Coba, pikirkan betapa tidak efektipnya kita ketika misalnya kita ke kantor naik mobil dan karena kita hanya melakukan dan menggunakan sesuatu berdasarkan pengertian dan ilmu yang kita benar-benar ketahui maka seluruh sistim dalam mobil tersebut harus kita sendiri uji dulu, sistim permesinan, sistim kemudi, sistim rem dan sebagainya.  Jadi jika kita berprinsip hanya melakukan sesuatu hanya berdasrakan jika sesuatu tersebut kita ketahui maka seharusnya ke kantor dengan berjalan kaki, itupun bagaimana mekanisme tubuh kita saat berjalan kita bisa ketahui sepenuhnya kita bisa ketahui masih menjadi suatu pertanyaan juga.  Sungguh tidak efektipnya hidup kita jika kita berprinsip seperti itu.

Kita percaya saja kepada lampu lalu lintas bahwa ketika mendapat kesempatan berjalan saat lampu hijau disisi berlawan arah lampu menyala berwarna merah dan mereka haru berhenti.  Kita percaya saja kepada sistim canggih yang ada dalam pesawat terbang, percaya kepada pilot baik kompetensi maupun kemana arah yang ditujunya. Percaya membuat banyak hal dilakukan secara efektip dan efisien.

Tidak ada sifat atau karakteristik yang lebih penting daripada kepercayaan.

Apa arti kepercayaan? Bagaimana kaitan kepercayaan dengan keberhasilan perusahaan dalam mencapai Wildly Important Goals (WIGs) yang sudah ditetapkan perusahaan ?

Kepercayaan bisa diartikan sebagai rasa percaya terhadap seseorang atau organisasi karena karakter dan kompetensi yang mereka miliki, satu sama lain. Tentu saja, tingkat kepercayaan bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Keberhasilan eksekusi strategi suatu perusahaan sangat bergantung pada tingkat kepercayaan atau ketidakpercayaan dalam perusahaan. Antara karyawan dan pimpinan dan diantara mereka sendiri.

Orang bukan mendengarkan Anda bicara; mereka mengamati kaki Anda – Tanpa Nama.

Kepercayaan terbentuk lewat tindakan.... – Hank Paulson

Menyakini sesuatu namun tidak mengamalkankan adalah tidak jujur --Mahatma Gandi

Ketidakpercayaan karyawan dapat merusak/memperlambat proses eksekusi dari suatu strategi, bahkan sebuah strategi yang sudah dibuat dengan sangat baik sekalipun.

Ada hasil penelitian yang cukup menarik, perusahaan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi mengirim email 30-35 persen lebih sedikit dibanding perusahaan sejenis yang tingkat kepercayaannya rendah. Apa implikasinya? Implikasinya adalah perusahaan yang tingkat kepercayaannya tinggi menghemat waktu membaca dan membalas email. Tentu saja hal ini akan menghemat waktu dan mengurangi biaya.
Stephen M. R. Covey dalam buku yang bertajuk The Speed of Trust menggambarkan bagaimana pentingnya kepercayaan dalam sebuah persamaan.

Persamaan Kepercayaan :

Kepercayaan = Kecepatan + Biaya

Seperti telah kita ketahui bersama, untuk memperoleh sebuah hasil diperlukan input strategi dan eksekusi, rumusnya adalah

Strategi x Eksekusi = Hasil

 “Dengan menambahkan dimensi kepercayaan dalam rumus di atas, maka kita akan mengetahui pentingnya Kepercayaan, rumus yang baru menjadi”

(Strategi x Eksekusi) x Kepercayaan = Hasil.

“Dalam rumus tersebut, terlihat bahwa kepercayaan berfungsi sebagai katalisator, membebani perusahaan jika tingkat kepercayaan rendah, sebaliknya memberikan nilai tambah jika tingkat kepercayaan tinggi. Beban - kenaikan biaya - dalam tingkat kepercayaan rendah, akan mengurangi hasil dan kecepatan perubahan. Sejalan dengan itu, ketika tingkat kepercayaan yang tinggi, kecepatan dan hasil akan meningkat”.

 Bahkan jika Anda memiliki strategi yang sempurna dan proses eksekusi yang baik, hasilnya akan sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan. Misalnya tingkat kepercayaan standar 1, tingkat kepercayaan rendah membebani 50%, kepercayaan tinggi member nilai tambah 50%, maka perbedaan hasilnya signifikan:

(Strategi x Eksekusi) x Kepercayaan = Hasil

(100 x 100) x 0,5 (-50%) = 5.000

(100 x 100) x 1.5 (+50%) = 15.000

Berikut adalah rumus  sederhana yang dituangkan oleh Stepehen M.R. Covey (2006) yang akan memperlihatkan bahwa kepercayaan selalu mempengaruhi dua hasil akhir – kecepatan dan biaya.  Ketika kepercayaan menurun, kecepatan juga akan menurun dan biaya-biaya akan meningkat.

          Kepercayaan          =        Kecepatan             Biaya

Ketika kepercayaan meningkat, kecapatan juga akan meningkat dan biaya-biaya akan menurun.

Kepercayaan          =        Kecepatan             Biaya

Sesederhana itu, senyata itu, semudah itu diramalkan.  ¨Dalam program peningkatan kinerja, diperlukan suatu perubahan, dan ini merupakan sebuah tantangan tersendiri, karena menyangkut perubahan perilaku dari sekumpulan orang dalam suatu organisasi. Dalam eksekusi untuk peningkatan kinerja tidak berarti harus mengorbankan kesejahteraan karyawan atau malah meningkatkan stres mereka. Sebaliknya, proses ini dapat dibuat lebih menggairahkan, terkelola dengan baik dan malahan lebih memotivasi tim.

¨Proses ini memungkinkan setiap orang untuk melihat perubahan dari minggu ke minggu. Dengan demikian mereka terpicu untuk terlibat dalam proses perubahan tersebut. Selain itu, setiap orang mendapatkan pengetahuan berharga tentang tantangan dan hambatan dan cara mengatasi hambatan tersebut untuk mencapai hasil yang lebih unggul yang berkelanjutan.

Sebelum anda menuntut pertanggung jawaban dari orang lain, anak buah anda, maka tuntutlah pertanggung jawaban kepada diri anda sendiri.  Bertanggung jawablah secara penuh terhadap apa yang menjadi tanggung jawab anda.  Bertanggung jawablah terhadap atas hasil-hasil penting yang seharusnya dicapai.  Bersikap jelaslah tentang bagaimana anda mengkomunikasikan kinerja anda – kinerja anak buah yang juga adalah tanggung jawab anda.  Jangan menghindar dari tanggung jawab anda. Jangan menyalahkan orang lain, berdalih ketika segala berjalan tidak semestinya.  Tanggung jawab sesungguhnya hal yang sangat  mudah dimenggerti karena dia ada dalam lubuk hati anda.

 

¨Sebuah proses perubahan yang berfokus pada peningkatan kemampuan eksekusi dapat menghasilkan hasil signifikan hanya dalam waktu singkat sekitar 3 sampai 6 bulan, termasuk:

  1. Peningkatan kinerja keuangan
  2. Tim yang lebih siap untuk menghadapi tantangan masa depan.
  3. Kepemimpinan yang fokus pada perbaikan, pemberdayaan dan pengembangan.

Selanjutnya, Anda perlu fokus pada karyawan yang potensial, umumnya 60 persen dari karyawan yang ada. Jelas, bergerak yang 60 persen untuk tingkat kinerja yang lebih tinggi akan memiliki dampak yang sangat positif pada semua hasil.

Dalam beberapa kasus di Indonesia, ditemukan bahwa Keberhasilan dalam Eksekusi tidak hanya karena Strategi dan Eksekusi, tetapi juga karena faktor tingginya kepercayaan yang terbangun dalam perusahaan. Semoga membangun kepercayaan benar-benar terwujud dalam semua aspek kehidupan kita.

¨Kepercayaan merupakan salah satu keterampilan dalam kepemimpinan”. Anda, sebagai pemimpin memiliki pengaruh yang cukup besar di area ini dengan cara menginspirasi karyawan untuk menciptakan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Caranya adalah dengan menjadi panutan, menjadi tauladan.  Unsur utama membangun sebuah kepercayaan bukanlah waktu, melainkan kepercayaan.  Kepercayaan bukanlah kemampuan anggota tim untuk memprediksi perilaku satu sama lain karena mereka telah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama.

Empat (4) inti yang membentuk kepercayaan adalalah :

  1. Integritas: kesamaan antara ucapan dan tindakan, mencakup keterpaduan, mengamalkan apa yang Anda sendiri ucapkan, ajarkan.  Konsisten luar dalam.  Yang menarik adalah sebagian besar  masalah kepercayaan dan ketidak percayaan adalah pelanggaran-pelanggaran integritas
  2. Niat: berhubungan dengan motif, agenda dan mendasari perilaku.  Kepercayaan tumbuh ketika motif-motif tindakan jelas, lugas dan didasarkan kepada keuntungan bersama
  3. Kemampuan: bentuk nyata dari kedua hal tentu sangat penting, namun akan kehilangan artinya apabila tidak ditopang oleh kemampuan untuk menunjukkan dan menyelesaikan pekerjaan dan janji kontribusi yang dibebankan.
  4. Hasil: mengacu kepada catatan prestasi, kinerja dan menjadikanya recana strategi menjadi hasil nyata.

Canangkan program peningkatan kinerja untuk 3 sampai 6 bulan ke depan, lakukan eksekusi dengan disiplin, memimpin tim dengan menjadi role model, beri kepercayaan secara proporsional, lalu perhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dari minggu ke minggu.

Ada tiga tanda seorang yang munafik, ketika ia berbicara ia berbohong, ketika ia berjanji ia ingkar, dan ketika ia dipercaya ia berkhianat – Nabi Muhammad SWT

Yang kelihatan sebenarnya tidak ada, yang tidak kelihatan sangat terasa keberadaanya – A. Enstein

Anda hanya dapat mengetahui arti kepercayaan yang sesungguhnya, saat Anda merasakannya. Kepercayaan terjadi ketika pemimpin bersikap transparan, terus terang, dan memegang ucapannya. Sesederhana itu.”  Jack Welch

Dalam acara kick-off suatu program perusahaan, tampak hadir puluhan orang yang mewakili seluruh jajaran perusahaan, dari level Senior Manajemen (BOD), Manager, Supervisor maupun Staff. Acaranya berlangsung dengan lancar dan tertib. Sampai suatu ketika salah seorang yang hadir, seorang Manager, menginterupsi, menggugat dengan sinis mengapa sih harus melakukan program itu, menanyakan apa sih manfaat program yang baru saja di launch tersebut.

Dengan nada agak tinggi, Manager tersebut mengungkapkan kekesalannya bahwa perusahaan telah melakukan banyak sekali program dan inisiatif, mengeluarkan biaya besar untuk konsultan. Hasilnya? Tidak jelas. Mereka tidak merasakan manfaat dari program/inisiatif yang telah dilakukan perusahaan selama ini. Yang mereka rasakan hanya tambahan beban pekerjaan.                            

Apa yang diungkapkan oleh Manager tersebut merupakan salah satu bentuk kurangnya kepercayaan (Trust) karyawan kepada Manajemen. Kurangnya kepercayaan merupakan akumulasi kekecewaan, persepsi berdasarkan pengalaman atas program/inisiatif terdahulu. Mereka mencurigai adanya agenda tersembunyi, ada udang di balik batu, ada kepentingan-kepentingan tertentu yang dibungkus dengan program perusahaan yang kelihatannya menarik.

Kepercayaan sangat terkait dengan efektivitas.  Dalam hidup ini banyak hal-hal baik yang sangat penting maupun yang kelihatan remeh temeh kita lakukan hanya karena kita percaya saja.  Dirumah, disekolah, di kantor, dalam pergaulan, sampai dengan kegiatan-kegiatan ibadah kita lakukan dengan percaya saja.  Di jalan misalnya, ketika kita sedang menuju ke kantor tiba-tiba ada lampu lalu lintas menunjukkan warna merah menyala kita harus menghentikan laju kendaraan kita seberapun terburu-burunya kita.  Di peasawat udara yang kita tumpangi, kita kan percaya saja kepada pesawat bahwa dirawat dengan baik, percaya saja kepada sang pilot yang akan membawa kita ke bandar udara ke kota tujuan kita dan bukan ke kota yang lain, percaya saja bahwa sang pilot kompeten menerbangkan pesawat, dan berbagai hal yang kita dasarkan hanya dengan percaya saja.   Coba, pikirkan betapa tidak efektipnya kita ketika misalnya kita ke kantor naik mobil dan karena kita hanya melakukan dan menggunakan sesuatu berdasarkan pengertian dan ilmu yang kita benar-benar ketahui maka seluruh sistim dalam mobil tersebut harus kita sendiri uji dulu, sistim permesinan, sistim kemudi, sistim rem dan sebagainya.  Jadi jika kita berprinsip hanya melakukan sesuatu hanya berdasrakan jika sesuatu tersebut kita ketahui maka seharusnya ke kantor dengan berjalan kaki, itupun bagaimana mekanisme tubuh kita saat berjalan kita bisa ketahui sepenuhnya kita bisa ketahui masih menjadi suatu pertanyaan juga.  Sungguh tidak efektipnya hidup kita jika kita berprinsip seperti itu.

Kita percaya saja kepada lampu lalu lintas bahwa ketika mendapat kesempatan berjalan saat lampu hijau disisi berlawan arah lampu menyala berwarna merah dan mereka haru berhenti.  Kita percaya saja kepada sistim canggih yang ada dalam pesawat terbang, percaya kepada pilot baik kompetensi maupun kemana arah yang ditujunya. Percaya membuat banyak hal dilakukan secara efektip dan efisien.

Tidak ada sifat atau karakteristik yang lebih penting daripada kepercayaan.

Apa arti kepercayaan? Bagaimana kaitan kepercayaan dengan keberhasilan perusahaan dalam mencapai Wildly Important Goals (WIGs) yang sudah ditetapkan perusahaan ?

Kepercayaan bisa diartikan sebagai rasa percaya terhadap seseorang atau organisasi karena karakter dan kompetensi yang mereka miliki, satu sama lain. Tentu saja, tingkat kepercayaan bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Keberhasilan eksekusi strategi suatu perusahaan sangat bergantung pada tingkat kepercayaan atau ketidakpercayaan dalam perusahaan. Antara karyawan dan pimpinan dan diantara mereka sendiri.

Orang bukan mendengarkan Anda bicara; mereka mengamati kaki Anda – Tanpa Nama.

Kepercayaan terbentuk lewat tindakan.... – Hank Paulson

Menyakini sesuatu namun tidak mengamalkankan adalah tidak jujur --Mahatma Gandi

Ketidakpercayaan karyawan dapat merusak/memperlambat proses eksekusi dari suatu strategi, bahkan sebuah strategi yang sudah dibuat dengan sangat baik sekalipun.

Ada hasil penelitian yang cukup menarik, perusahaan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi mengirim email 30-35 persen lebih sedikit dibanding perusahaan sejenis yang tingkat kepercayaannya rendah. Apa implikasinya? Implikasinya adalah perusahaan yang tingkat kepercayaannya tinggi menghemat waktu membaca dan membalas email. Tentu saja hal ini akan menghemat waktu dan mengurangi biaya.
Stephen M. R. Covey dalam buku yang bertajuk The Speed of Trust menggambarkan bagaimana pentingnya kepercayaan dalam sebuah persamaan.

Persamaan Kepercayaan :

Kepercayaan = Kecepatan + Biaya

Seperti telah kita ketahui bersama, untuk memperoleh sebuah hasil diperlukan input strategi dan eksekusi, rumusnya adalah

Strategi x Eksekusi = Hasil

 “Dengan menambahkan dimensi kepercayaan dalam rumus di atas, maka kita akan mengetahui pentingnya Kepercayaan, rumus yang baru menjadi”

(Strategi x Eksekusi) x Kepercayaan = Hasil.

“Dalam rumus tersebut, terlihat bahwa kepercayaan berfungsi sebagai katalisator, membebani perusahaan jika tingkat kepercayaan rendah, sebaliknya memberikan nilai tambah jika tingkat kepercayaan tinggi. Beban - kenaikan biaya - dalam tingkat kepercayaan rendah, akan mengurangi hasil dan kecepatan perubahan. Sejalan dengan itu, ketika tingkat kepercayaan yang tinggi, kecepatan dan hasil akan meningkat”.

 Bahkan jika Anda memiliki strategi yang sempurna dan proses eksekusi yang baik, hasilnya akan sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan. Misalnya tingkat kepercayaan standar 1, tingkat kepercayaan rendah membebani 50%, kepercayaan tinggi member nilai tambah 50%, maka perbedaan hasilnya signifikan:

(Strategi x Eksekusi) x Kepercayaan = Hasil

(100 x 100) x 0,5 (-50%) = 5.000

(100 x 100) x 1.5 (+50%) = 15.000

Berikut adalah rumus  sederhana yang dituangkan oleh Stepehen M.R. Covey (2006) yang akan memperlihatkan bahwa kepercayaan selalu mempengaruhi dua hasil akhir – kecepatan dan biaya.  Ketika kepercayaan menurun, kecepatan juga akan menurun dan biaya-biaya akan meningkat.

          Kepercayaan          =        Kecepatan             Biaya

Ketika kepercayaan meningkat, kecapatan juga akan meningkat dan biaya-biaya akan menurun.

Kepercayaan          =        Kecepatan             Biaya

Sesederhana itu, senyata itu, semudah itu diramalkan.  ¨Dalam program peningkatan kinerja, diperlukan suatu perubahan, dan ini merupakan sebuah tantangan tersendiri, karena menyangkut perubahan perilaku dari sekumpulan orang dalam suatu organisasi. Dalam eksekusi untuk peningkatan kinerja tidak berarti harus mengorbankan kesejahteraan karyawan atau malah meningkatkan stres mereka. Sebaliknya, proses ini dapat dibuat lebih menggairahkan, terkelola dengan baik dan malahan lebih memotivasi tim.

¨Proses ini memungkinkan setiap orang untuk melihat perubahan dari minggu ke minggu. Dengan demikian mereka terpicu untuk terlibat dalam proses perubahan tersebut. Selain itu, setiap orang mendapatkan pengetahuan berharga tentang tantangan dan hambatan dan cara mengatasi hambatan tersebut untuk mencapai hasil yang lebih unggul yang berkelanjutan.

Sebelum anda menuntut pertanggung jawaban dari orang lain, anak buah anda, maka tuntutlah pertanggung jawaban kepada diri anda sendiri.  Bertanggung jawablah secara penuh terhadap apa yang menjadi tanggung jawab anda.  Bertanggung jawablah terhadap atas hasil-hasil penting yang seharusnya dicapai.  Bersikap jelaslah tentang bagaimana anda mengkomunikasikan kinerja anda – kinerja anak buah yang juga adalah tanggung jawab anda.  Jangan menghindar dari tanggung jawab anda. Jangan menyalahkan orang lain, berdalih ketika segala berjalan tidak semestinya.  Tanggung jawab sesungguhnya hal yang sangat  mudah dimenggerti karena dia ada dalam lubuk hati anda.

 

¨Sebuah proses perubahan yang berfokus pada peningkatan kemampuan eksekusi dapat menghasilkan hasil signifikan hanya dalam waktu singkat sekitar 3 sampai 6 bulan, termasuk:

  1. Peningkatan kinerja keuangan
  2. Tim yang lebih siap untuk menghadapi tantangan masa depan.
  3. Kepemimpinan yang fokus pada perbaikan, pemberdayaan dan pengembangan.

Selanjutnya, Anda perlu fokus pada karyawan yang potensial, umumnya 60 persen dari karyawan yang ada. Jelas, bergerak yang 60 persen untuk tingkat kinerja yang lebih tinggi akan memiliki dampak yang sangat positif pada semua hasil.

Dalam beberapa kasus di Indonesia, ditemukan bahwa Keberhasilan dalam Eksekusi tidak hanya karena Strategi dan Eksekusi, tetapi juga karena faktor tingginya kepercayaan yang terbangun dalam perusahaan. Semoga membangun kepercayaan benar-benar terwujud dalam semua aspek kehidupan kita.

¨Kepercayaan merupakan salah satu keterampilan dalam kepemimpinan”. Anda, sebagai pemimpin memiliki pengaruh yang cukup besar di area ini dengan cara menginspirasi karyawan untuk menciptakan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Caranya adalah dengan menjadi panutan, menjadi tauladan.  Unsur utama membangun sebuah kepercayaan bukanlah waktu, melainkan kepercayaan.  Kepercayaan bukanlah kemampuan anggota tim untuk memprediksi perilaku satu sama lain karena mereka telah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama.

Empat (4) inti yang membentuk kepercayaan adalalah :

  1. Integritas: kesamaan antara ucapan dan tindakan, mencakup keterpaduan, mengamalkan apa yang Anda sendiri ucapkan, ajarkan.  Konsisten luar dalam.  Yang menarik adalah sebagian besar  masalah kepercayaan dan ketidak percayaan adalah pelanggaran-pelanggaran integritas
  2. Niat: berhubungan dengan motif, agenda dan mendasari perilaku.  Kepercayaan tumbuh ketika motif-motif tindakan jelas, lugas dan didasarkan kepada keuntungan bersama
  3. Kemampuan: bentuk nyata dari kedua hal tentu sangat penting, namun akan kehilangan artinya apabila tidak ditopang oleh kemampuan untuk menunjukkan dan menyelesaikan pekerjaan dan janji kontribusi yang dibebankan.
  4. Hasil: mengacu kepada catatan prestasi, kinerja dan menjadikanya recana strategi menjadi hasil nyata.

Canangkan program peningkatan kinerja untuk 3 sampai 6 bulan ke depan, lakukan eksekusi dengan disiplin, memimpin tim dengan menjadi role model, beri kepercayaan secara proporsional, lalu perhatikan perubahan-perubahan yang terjadi dari minggu ke minggu.

Ada tiga tanda seorang yang munafik, ketika ia berbicara ia berbohong, ketika ia berjanji ia ingkar, dan ketika ia dipercaya ia berkhianat – Nabi Muhammad SWT