Bagaimana Membangun Kepemimpinan- yang Menggerakkan Organisasi

Published on December, 3rd 2014
Written by Jack Alenzo

Persaingan bisnis saat ini sudah banyak beralih dari persaiangan yang sifatnya tangible kepada itangibble.  Kemampuan organisasi membangun budaya kerja unggul, mengelola kekuatan itelektual dan talent serta menyiapkan level-level kepemimpinan yang tangguh menjadi modal utama mereka untuk survive tidak hanya lagi tergantung kepada modal-modal yang bersifat finansial semata dan produk yang bagus semata.

Tuntutan dewasa ini membuat perusahaan harus mampu mengembangkan bakat-bakat terbaik dan mengisi serta menyiapkan kepemimpinan di semua level organisasi.  Pengelolaan calon pemimpin dan karyawan berbakat merupakan upaya organisasi untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan karyawan yang terampil dan berharga. Tujuannya adalah untuk memiliki karyawan dengan kemampuan dan komitmen yang dibutuhkan untuk keberhasilan organisasi saat ini dan di masa depan.

Suatu kumpulan karyawan berbakat yang dimiliki organisasi, terutama karyawan berbakat bidang manajerial, sering disebut sebagai

saluran pipa kepemimpinan. Saluran pipa kepemimpinan dikelola melalui berbagai sistem dan proses untuk membantu organisasi mendapatkan, memberikan penghargaan, mengevaluasi, mengembangkan, dan memasukkan karyawan ke berbagai fungsi dan peran.

Saluran pipa tersebut membengkok, berbalik arah, dan terkadang patah saat organisasi mengidentifikasi siapa yang “sudah siap sekarang” dan siapa “yang berada pada jalur yang tepat” untuk peran kepemimpinan yang

lebih besar.

Dari perspektif ini, pengelolaan karyawan berbakat merupakan sesuatu yang dilakukan terhadap, dan bagi karyawan berpotensi besar di dalam organisasi, yang melayani kebutuhan organisasi.

Tapi pengelolaan karyawan berbakat memiliki perspektif lain yang terabaikan: Pandangan dari dalam pipa.

Karyawan dan manajer yang berada di dalam saluran pipa kepemimpinan tidak beroperasi semata sebagai aliran karyawan berbakat yang akan disalurkan dan diarahkan oleh organisasi. Mereka juga membawa perspektif dan pengalamannya ke dalam proses. Sudah siapkah proses pipa pengembangan kepemimpinan dan talenta di organisasi anda ?

Apakah organisasi Anda memiliki proses formal dalam mengidentifikasi karyawan berpotensi besar? Bagaimana karyawan berpotensi besar diperlakukan secara berbeda dibandingkan karyawan lain di dalam organisasi Anda?

Apakah Anda sudah diidentifikasi secara formal sebagai karyawan berpotensi besar?